Daerah

Dituding Backup Pasar Mokoau, Begini Penjelasan Ketua DPRD Kota Kendari

LANGITSULTRA.COM | KENDARI – Pembangunan pasar swadaya Mokoau kembali menuai prahara, pasalnya nama Ketua dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kota Kendari Subhan ikut terseret dalam pembangunan pasar tersebut.

Diketahui, sebuah poster ramai beredar tentang seruan aksi yang meminta ketua DPRD kota Kendari agar di periksa terkait dugaan keterlibatan dalam konspirasi pengoperasian pasar Mokoau yang belum layak.

Selain itu, isi poster tersebut tertulis bahwa Kapolda Sultra diminta untuk memeriksa dan segera memanggil ketua DPRD kota Kendari terkait dugaan pengoperasian pasar.

Ketua DPRD Kota Kendari Subhan saat dikonfirmasi sejumlah awak media melalui pesan singkat whatsapp membantah tuduhan tersebut.

Dirinya tidak memiliki kaitan apapun dengan pasar tersebut.

“apa hubungannya dan kepentinganku di pasar itu”, ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa tudingan yang dilayangkan kepadanya dinilai sangat mengada ada.

“Dari awal, disetiap pernyataan saya di media bahwa untuk membangun sebuah pasar ada mekanisme perizinan harus dipenuhi dan tentunya disesuaikan dengan RTRW kota Kendari Sangat mengada ada”, tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD kota Kendari LM Rajab Jinik membantah tuduhan tersebut, menurutnya itu sudah di luar fungsi dan kewenangan DPRD kota Kendari.

“Terkait tuduhan yang beredar di publik tentang DPRD kota Kendari atas nama ketua DPRD yang membackup pasar Mokoau saya pikir itu tidak benar, itu jauh dari tugas dan kewenangan kita di lembaga perwakilan rakyat di DPRD kota Kendari”, ucapnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa pihak DPRD kota Kendari siap menerima kritik dan masukan yang berikan baik dari masyarakat maupun dari lembaga apapun.

“Jangan menuduh karena menuduh itu tidak bagus dan itu tidak bisa di buktikan jangan sampai DPRD kota Kendari menempuh jalur hukum, janganlah buat seperti itu DPRD kota Kendari itu selalu menerima keterbukaan aspirasi yang masuk tapi jangan langsung menuduh bahwa itu di beking sama ketua DPRD jangan”, tambahnya.

Dirinya menyebut bahwa ketua DPRD saat ini adalah bagian dari simbol DPRD kota Kendari dan tidak akan mungkin melakukan hal konyol tersebut.

“Tidak akan mungkin melakukan hal itu, rekomendasi terhadap pasar Mokoau itu kita sudah keluarkan dan itu memang harus ditutup tidak ada cerita seperti itu”, terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengaku sudah menyerahkan persoalan pasar tersebut ke Pemkot Kendari untuk mengambil langkah langkah.

“Bu sekda sebagai ketua TPRD sudah memberikan rekomendasi dan kesimpulan hasil kunjungan kerja dan rapatnya bahwa itu tidak bisa di lakukan, dan dia juga sudah menyampaikan bahwa pasar mokoau itu melanggar mereka juga sudah melakukan langkah langkah SP tinggal kita lihat kalau 3 kali SP mereka tidak membongkar Pemkot harus membongkar itu”, jelasnya.

Menurutnya, ketua DPRD kota tidak memiliki kekuatan untuk membackup pasar tersebut dan isu tersebut salah dan keliru.

“Ketua DPRD tidak ada kekuatan untuk mem-backup itu dan saya pikir itu salah dan keliru dan kita minta teman teman dari Lembaga manapun dan siapapun yang coba membangun isu tentang keterlibatan ketua DPRD soal pasar Mokoau, cobalah kita rasional dalam berpikir, kita tetap menerima kritik tapi jangan menuduh tidak benar itu”, tutupnya.

Tim Liputan : Faizal Tanjung
Editor : Ewa

Dituding Backup Pasar Mokoau, Begini Penjelasan Ketua DPRD Kota Kendari
Langit Sultra mengusung slogan Melihat Lebih Luas Dan Bijak merupakan media terpercaya, menyajikan informasi yang lebih jelas dan berimbang dalam memberitakan, serta menjadikan masyarakat lebih bijak menanggapi sebuah informasi, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan bacaan yang baik dan bermutu demi terwujudnya media sebagai kontrol masyarakat yang positif dan mengedepankan persatuan demi terwujudnya indonesia yang lebih baik.

Copyright © 2018 Langitsultra[dot]com.

To Top