Daerah

Gerak Cepat! Awal Tahun Bea Cukai Kendari Wujudkan Ekspor Perdana Residu Sawit

LANGITSULTRA.COM, KENDARI – Seiring pertumbuhan sawit Indonesia yang semakin pesat dengan luas hektar mencapai 14.3 ha dengan produksi dan proyeksi pasar industri sawit Indonesia yang menjanjikan. Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak kelapa sawit terbesar tentu memiliki angka produksi minyak kelapa sawit yang fantastis.

Dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi berbagai macam kebutuhan, maka sudah pasti akan meninggalkan residu yang dikenal dengan limbah sawit. Ya, kelapa sawit pun dalam pengolahannya juga dapat menghasilkan limbah. Namun, limbah hasil pengolahan dari kelapa sawit ini mempunyai potensi untuk dapat dimaksimalkan jika dikelola dengan baik.

Terbukti pada hari ini Rabu, 20 Januari 2021, PT. Sinar Sawit Indo berhasil melaksanakan ekspor residu sawit dengan negara tujuan China sebanyak 309 Ton yang dimuat dalam 15 Container dengan nilai devisa sebesar US $157.781. Selain itu juga memberikan pemasukan penerimaan negara melalui Bea Keluar sebesar 34 Juta Rupiah dan Dana Pungutan Sawit sebesar 108 Juta rupiah.

“Saya ingin ekspor dengan cepat! Ternyata Bea Cukai Kendari sangat membantu kami dalam hal itu, membimbing kami tanpa ada kendala sama sekali, semua berjalan dengan lancar dari awal sampai siap ekspor” tutur Zainal Firmansyah, Direktur Ops Ekspor PT. Sinar Sawit Indo.

Ekspor ini merupakan hasil nyata dari sinergi Bea Cukai Kendari dengan Tim Klinik Ekspor Sulawesi Tenggara yang selama ini telah beberapa kali melakukan asistensi kepada para pelaku usaha yang berpotensi melakukan ekspor, sehingga tahun 2021 dibuka dengan awal yang menggembirakan dengan adanya ekspor perdana dari Sulawesi Tenggara sebanyak 3 komoditi perkebunan yaitu Pala, Mete, dan yang terakhir Residu Sawit ini.

Kepala Kantor Bea Cukai Kendari, Denny Benhard Parulian menyampaikan

“Kegiatan ekspor perdana ini merupakan program kerja dari Tim Klinik Ekspor Sulawesi Tenggara yang fokus pada program Direct Export dari Sulawesi Tenggara. Adanya kegiatan Direct Export residu sawit ini membuktikan bahwa ekspor produk Sulawesi Tenggara bisa dilakukan langsung dari Sulawesi Tenggara. Kami menghimbau kepada seluruh pelaku ekspor produk asal Sulawesi Tenggara agar mengekspor langsung dari Sulawesi Tenggara.” Tuturnya.

Dengan melakukan ekspor langsung dari Sulawesi Tenggara maka pelaku ekspor akan mendapat keuntungan berupa efisiensi biaya dan mutu produk lebih terjaga. Masyarakat Sulawesi Tenggara juga akan mendapatkan harga terbaik sesuai harga ekspor. Selain itu, Direct export ini juga dapat memberikan penerimaan bagi pemerintah daerah berupa penerimaan negara bukan pajak, meningkatkan volume ekspor daerah, dan dapat meningkatkan jumlah dana alokasi untuk pemerintah daerah.

Tim Liputan : Langit Sultra
Editor : Abdi

Berita Terkini

Langit Sultra mengusung slogan Melihat Lebih Luas Dan Bijak merupakan media terpercaya, menyajikan informasi yang lebih jelas dan berimbang dalam memberitakan, serta menjadikan masyarakat lebih bijak menanggapi sebuah informasi, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan bacaan yang baik dan bermutu demi terwujudnya media sebagai kontrol masyarakat yang positif dan mengedepankan persatuan demi terwujudnya indonesia yang lebih baik.

Copyright © 2018 Langitsultra[dot]com.

To Top