Daerah

Sengketa Lahan Di Sultra Sepanjang Tahun 2020 Terbilang Tinggi

LANGITSULTRA.COM, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai daerah berkembang dan pusat investasi perkebunan serta pertambangan, memiliki riwayat sengketa lahan yang terbilang cukup tinggi.

Terlihat dari surat pengaduan kasus pertanahan di tahun 2020, dimana kasus sengketa lahan mencapai 104 dan masuk ke ranah persidangan sebanyak 41 perkara.

Hal ini menunjukan intensitas dan volume kasus pertanahan di Provinsi Sultra sangat signifikan peningkatnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sultra, Irwan Idrus mengatakan, semua pelaporan yang terindikasikan terjadi sengketa lahan baik itu perorangan, kelompok maupun instasi pemerintah, wajib direspon.

“Dengan membuatkan berita acara pelaporanya dan selanjutnya mengadakan penelitian di lapangan untuk mengetahui permasalahannya”, ungkapnya.

Kemudian diidentifikasikan apa kendalanya dan segera melakukan analisis sesuai dengan data di lapangan.

“Yang mana juga kami mengundang beberapa pihak guna memediasi dengan mengutamakan kearifan lokal dalam mencapai solusi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan”, tutupnya.

Sejauh ini BPN Provinsi Sultra terus melakukan sosialiasasi kepada masyarakat mengenai betapa pentingnya pensertifikatan tanah, dimana sertifikat sudah menunjukan letak tanah, luasan, serta gambar tanahnya yang sudah tertera pemilik lahan tersebut.

Tim Liputan : Langit Sultra
Editor : Abdi

Berita Terkini

Langit Sultra mengusung slogan Melihat Lebih Luas Dan Bijak merupakan media terpercaya, menyajikan informasi yang lebih jelas dan berimbang dalam memberitakan, serta menjadikan masyarakat lebih bijak menanggapi sebuah informasi, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan bacaan yang baik dan bermutu demi terwujudnya media sebagai kontrol masyarakat yang positif dan mengedepankan persatuan demi terwujudnya indonesia yang lebih baik.

Copyright © 2018 Langitsultra[dot]com.

To Top