indonesiabaik

Pejabat, Keluarga & Jabatan

Dasmin Ekeng

Sejak pertama kali bergulir isu/kasus perceraian Ahok dengan istrinya, jari-jari saya sebenarnya sudah sangat ingin membuat catatan kecil tentang fenomena ini. Tentunya hal ini bukan tentang Ahok secara pribadi atau pun dia sebagai seorang narapidana.

Kebetulan pada saat itu Ahok sebagai seorang pejabat dan gejolak konflik keluarga tidak sama sekali tercium oleh publik, dan tampak sangat harmonis seperti anggota keluarga pada umumnya. Tapi siapa menyangka dibalik ‘framing’ ini terdapat kemelut yang sangat bergejolak.

Bisa dibayangkan seorang Ahok bisa menyimpan perih ini dengan tetap tegap di depan publik. Luar biasa!!
Dalam buku karya Julia Suryakusuma yang berjudul “Agama, Sex & Kekuasaan”, Suryakusuma menyinggung tentang fenomena rumah tangga pejabat yang tidak biasanya. Bahwa dibalik perkawinan pejabat kadang bukan perkawinan biologis yang dikedepankan tetapi hal lain salah satunya untuk mempertahankan kedudukan, apalagi misalnya seorang pejabat yang berstatus PNS akan sangat runyam bila harus cerai. Dengan alasan itu pejabat mengorbankan biologis mereka demi citra baik di hadapan publik. Tidak sedikit pejabat selingkuh atau kawin sirih.

Pada kasus Ahok ini misalnya, bisa dibayangkan jiwa dan raganya untuk pengabdiannya pada rakyat Jakarta, disatu sisi sebagai manusia biasa dia harus berjibaku dengan polemik rumah tangganya. Pilihan Ahok untuk menceraikan sang istri ditengah jabatan di pundak tentu bukan citra yang baik. Saya membayangkan bagaimana jika Ahok kala itu terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, tentu saja gejolak batin yang dilematis.

Senja Di Kota Tua (Foto: Dasmin Ekeng)

Di Sulawesi Tenggara misalnya, ada salah satu pejabat daerah yang nasibnya lebih tragis, yakni sampai harus meregang nyawa. Bagaimana tidak, sebelum kejadian tragis tersebut beredar pose berdua di ruang maya dengan sang istri tampak sangat kompak dan mesra. Tetapi tidak lama berselang sang pejabat dikabarkan meninggal dunia di kediamannya. Kabar yang berhembus dia meninggal ditangan sang istri. Dugaan pihak kelurga seperti itu.

Dalam ulasan buku Julia Suryakusuma ini sebenarnya salah satu pintu masuk untuk memahami secara komprehensif, polah tingkah, polah sikap, dan dan polah tutur para pejabat. Bahwa yang nampak kadang tidak seperti yang terjadi di belakang.

Teori drama turgis berlaku disini, ada permainan panggung yang sangat kental, yang mana panggung depan tampak sangat elegan bahkan tidak sedikit menjadikannya idola masyarakat, tetapi panggung belakang yang sangat rapuh.


Oleh : Dasmin Ekeng
– Penikmat sastra yang bahagianya cukup ditemani secangkir kopi –
Email : flaneurdasmin@gmail.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Langit Sultra mengusung slogan Melihat Lebih Luas Dan Bijak merupakan media terpercaya, menyajikan informasi yang lebih jelas dan berimbang dalam memberitakan, serta menjadikan masyarakat lebih bijak menanggapi sebuah informasi, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan bacaan yang baik dan bermutu demi terwujudnya media sebagai kontrol masyarakat yang positif dan mengedepankan persatuan demi terwujudnya indonesia yang lebih baik.

Copyright © 2018 Langitsultra[dot]com.

To Top